- Merangkai dan menguji berbagai macam Flip-Flop
Minggu, 04 Juni 2023
Modul 2 Flip Flop
Kamis, 25 Mei 2023
LA Modul 1 Percobaan 3
Laporan Akhir Modul 1 (Percobaan 3)
Rangkaian Multivibrator Monostabil di atas terdiri dari 3 saklar SPDT, 2 LED, 1 IC-74HC123, 1 kapasitor sebesar 260 uF, 1 resistor dengan hambatan 2k ohm, 1 buah Dioda dan 1 buah Potensiometer. 3 buah saklar SPDT dihubungkan ke kaki input IC74HC123 ,saklar 1 dihubungkan ke kaki input A, saklar 2 dihubungkan ke kaki input B, dan saklar 3 dihubungkan ke kaki MR (Master Reset), lalu output dihubungkan ke 2 buah LED yang dihubungkan ke ground. Tegangan pada Vcc sebesar 5 volt akan mengalirkan arusnya ke saklar 1,2 dan 3.
Monostabil adalah terdapat 1 kestabilan pada output yang dihasilakan. Terlihat pada IC terdiri dari kaki input A, B, dan MR(Master Reset). Syarat/sifat pada IC pin A dan pin MR merupakan Low yang mana akan aktif disaat terhubung ke ground. Sedangkan B merupakan High yang mana akan aktif pada saat terhubung ke power
6. Analisa [Kembali]
- Bagaimana pengaruh perubahan nilai kapasitor dan resistor ? jelaskan beserta rumusnya.
Jawab :
Panjang periode waktu keluaran pada rangkai multivibrator monostabil ditentukan oleh kombinasi kapasitor dan resistor (jaringan RC) dan diberikan sebagai konstanta waktu T =0.69RC rangkaian dalam detik. Pada percobaan terjadi perpindahan kuasi dan stabil ke non stabil dalam waktu tertentu, dan nantinya akan kembali lagi ke kondisi semula (stabil) lamanya waktu perpindahan kuasi dari kondisi non stabil dan kembali lagi ke kondisi awal di pengaruhi oleh 3 kondisi
- semakin besar nilai kapasitornya makan waktu perpindahan berlangsung semakin lama
- semakin tinggi pengaturan potensiometernya maka semakin lama waktu perpindahan dari kuasi non stabil ke kondisi semula.
- Percobaan 1 C=100 uF potensio minimun
- Percobaan 2 C=100 uF potensio maximun
- Percobaan 3 C= 470uF potensio manimun
- Percobaan 4 C= 470uF potensio maximum
- Percobaan 5 C= 940uF potensio minimum
- Percobaan 6 C= 940uF potensio maximun
- Nilai yang di dapat saat pratikum saat pratikum percobaan ke 1,2,3 selisih antara nilai pratikum dan perhitunganya cukup kecil.
- Nilai yang didapat saat pratikum percobaan ke 4,5,6 selisih antara nilai pratikum dan perhitungan besar.
- tidak ada percobaan yang memenuhi toleransi error pada data pratikum. toleransi error sebesar +- 5% sedangkan error terkecil pada percobaan 3 sebesar 16,4% (16,4% > 5%)
- Ketidakpastian pengukuran
- Percobaan dilakukan secara bersama dan bergantian. Kemungkinan terdapat perbedaan pengkuran lamanya waktu kuasi oleh setiap pratikan
- Perbedaan antara model yang digunakan dalam perhitungan dan situasi praktis sebenarnya (kondisi rangkai pada proteus)
- Percobaan dilakukan dengan PC, tidak mengunakan alat langsung dari laboratorium. Percobaan 3 Multivibrator monostabil disimulasikan menggunakan proteus dengan komponen dan nilai yang sesuai pada gambar dari modul
7. Link Download [Kembali]
- Download Rangkaian Simulasi Klik Disini
- Download video simulasi Klik Disini
- Download HTML Klik Disini
- Download datasheet multivibrator Klik Disini
- Download datasheet resistor Klik Disini
- Download datasheet kapasitor Klik Disini
- Download datasheet potensiometer Klik Disini
- Data sheet LED Klik Disini
- Data sheet switch Klik Disini
- Data sheet Klik Disini
- Data sheet dioda Klik Disini
LA Modul 1 Percobaan 1
Laporan Akhir Modul 1 (Percobaan 1)
- Ketika B0 di beri nilai 0 dan B1 bernilai 0, pada Logika NOT bernilai 1, Logika AND bernilai 0, Logika OR bernilai 0, Logika XOR bernilai 0, Logika NAND bernilai 1, Logika NOR bernilai 1, dan Logika XNOR bernilai 1.
- Jika B0 bernilai 0 dan B1 bernilai 1, maka pada Logika NOT bernilai 1, Logika AND bernilai 0, Logika OR bernilai 1, Logika XOR bernilai 1, Logika NAND bernilai 1, Logika NOR bernilai 0, dan Logika XNOR bernilai 0.
- Jika B0 bernilai 1 dan B1 bernilai 0, maka pada Logika NOT bernilai 0, Logika AND bernilai 0, Logika OR bernilai 1, Logika XOR bernilai 1, Logika NAND bernilai 1, Logika NOR bernilai 0, dan Logika XNOR bernilai 0.
- Pada kondisi B0 bernilai 1 dan B1 bernilai 1, maka pada Logika NOT bernilai 0, Logika AND bernilai 1, Logika OR bernilai 1, Logika XOR bernilai 0, Logika NAND bernilai 0, Logika NOR bernilai 0, dan Logika XNOR bernilai 1. Masing-masing output dari gerbang logika sudah sesuai dengan tabel kebenaran masing-masing gerbang logika.
- Saat clock 1 pada gerbang NOT maka bentuk sinyal outputnya akan berkebalikan dari sinyal input.
- Saat input B1= 0 dan clock 1 pada gerbang AND, maka bentuk sinyal outputnya akan tetap di 0. Karena menurut prinsip kerjanya 0 x 1 = 0.
- Sedangkan saat input B1=1 dan clock 1 pada gerbang AND, maka bentuk sinyal outputnya akan sama dengan bentuk sinyal inputnya. Karena menurut prinsip kerja 1x1=1.
- Saat input B1=1 dan clock 1 pada gerbang XOR, maka bentuk sinyal outputnya akan berlawanan dengan bentuk sinyal inputnya. Menurut prinsip kerja gerbang XOR akan bernilai 0 jika kedua inputnya sama. Karena clock=1 dan B1 juga bernilai 1 maka hasil outputnya akan berkebalikan.
- Sedangkan saat B1=0 dan clock 1 pada gerbang XOR, maka bentuk sinyal outputnya akan sama dengan bentuk sinyal inputnya. Menurut prinsip kerja gerbang XOR akan bernilai 1 jika kedua inputnya berbeda. karen clock 1 dan B1=0 maka hasil outputnya akan sama dengan inputnya sehingga bentuk sinyalnya sama.
5. Gerbang NAND
Soal Analisa Percobaan 1:
Jelaskan prinsip kerja dalam gerbang AND,NAND,NOR
- Pada percobaan 1 gerbang AND terdiri dari 2 input yang berasal dari B1 dan B0 dengan satu input. Gerbang AND mengunakan operasi perkalian.
- jika input B1=0 ,B0=0, maka 0x0 = 0 menghasilkan ouput = 0
- jika input B1=0 ,B0=1, maka 0x1 = 0 menghasilkan ouput = 0
- jika input B1=1 ,B0=0, maka 1x0 = 0 menghasilkan ouput = 0
- jika input B1=1 ,B0=1, maka 1x1 = 1 menghasilkan ouput = 1
- Pada percobaan , digunakan gerbang gate lainya yakni NAND. Input pada gerbang NAND juga sama dengan gerbang logika lainnya yakni dari B1 dan B0 . Gerbang NAND adalah gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke Inverter.
- jika input B1=0 ,B0=0, maka 0x0 = 0 menghasilkan ouput = 1
- jika input B1=0 ,B0=1, maka 0x1 = 0 menghasilkan ouput = 1
- jika input B1=1 ,B0=0, maka 1x0 = 0 menghasilkan ouput = 1
- jika input B1=1 ,B0=1, maka 1x1 = 1 menghasilkan ouput = 0
- Pada percobaan , nilai bit dari B1 dan B0 juga di inputkan pada gerbang NOR. gerbang NOR adalah gerbang OR yang disambung ke Inverter.
- jika input B1=0 ,B0=0, maka 0+0 = 0 menghasilkan ouput = 1
- jika input B1=0 ,B0=1, maka 0+1 = 1 menghasilkan ouput = 0
- jika input B1=1 ,B0=0, maka 1+0 = 1 menghasilkan ouput = 0
- jika input B1=1 ,B0=1, maka 1+1 = 1 menghasilkan ouput = 0
- Download Rangkaian Simulasi Klik Disini
- Download video simulasi Klik Disini
- Download HTML Klik Disini
- Download datasheet AND Klik Disini
- Download datasheet OR Klik Disini
- Download datasheet XOR Klik Disini
- Download datasheet NAND Klik Disini
- Download datasheet NOT Klik Disini
- Download datasheet NOR Klik Disini
- Download datasheet XNOR Klik Disini
- Download datasheet switch Klik Disini
- Download datasheet logicprobe Klik Disini
Smart Smoking Room Encoder Decoder
KONTROL SMART SMOKING ROOM [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan ...
-
RAISHA ADINI-2110953023 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1.Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan 5 .Dow...
-
Modul 3 Percobaan 1 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Kondisi 2. Gambar Rangkaian Simulasi ...
-
Modul 3 Percobaan 3 [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Kondisi 2. Gambar Rangkaian Simulasi ...


.jpeg)


















